Yakini Jokowi Dua Periode Menjabat Presiden RI

Mengamati perpolitikan jelang Pilpres 2019 mendatang.  Sosok Joko Widodo (Jokowi) masih kuat dan bakal melenggang dua periode menjadi Presiden RI.

“Meskipun lawan politiknya bergeliat, dari para politisi senior sekelas Prabowo dan Amin Rais,”
merupakan signal serta indikasi dari tak terbendungnya elektabilitas Jokowi untuk Menang menjadi kepala negara RI kedua kalinya di Pilpres 2019.

“Terlebih partai- partai baru peserta pemilu 2019, telah mendeklarasikan dukungan untuk jokowi dua periode.
kontek berbicara kondisi politik sekarang. Sebetulnya presiden Jokowi sudah mengajak kepada masyarakat untuk merealisasikan dan mengimplementasi perubahan.

“Ya,  sekarang bersama-sama,  maka saya berharap pak Jokowi untuk masa jabatan kedua periode akan  membawa masyarakat lebih sejahtera dan indonesia lebih maju. Dimana dengan jangka 5 tahun yang kemarin, anggap saja konsolidasi. 

Karena apa yang sudah dilaksanakan oleh Jokowi jauh melebihi dari presiden-presiden sebelumnya ,itu harus diakui secara objektiflah,”
Khususnya generasi muda, lanjut dia, di pastikan dapat melihat hasil kerja nyata. Kemudian ia berharap masyarakat jangan mudah diadu domba dengan isu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Intinya lihat dan rasakan hasil-hasil kerja Jokowi sebagai presiden rakyat, dengan program prioritas pembangunan sarana infrastruktur terus diberbagai daerah dan memajukan serta menyamaratakan daya beli masyarakat.  Seperti BBM di Indonesia timur jaman dulu,  akan tetapi disaat ini harganya sama merata di NKRI,”

Terkait ramainya pemberitaan hutang negara yang sangat besar ,dalam hukum perdagangan semakin besar dan berkembangnya suatu negara yang sedang berkembang, maka akan semakin besar hutang dagangnya.

“Siapa pun presidennya akan seperti itu.
suatu perubahan itu butuh proses tidak semudah membalikan tangan atau Patpat gulipat. Marilah kita dukung kebijakan pemerintah agar bisa bekerja dengan baik supaya Indonesia lebih maju dan berkembang,”

Terkait  isu sara, itu hanya manuver politik kepentingan.
bahkan manuver bukan saja terjadi di tataran pusat. Melainkan di Bumi Tegar beriman pun terjadi menjelang Pilbup 2018.

“Begitupun terkait pilkada 2018 di kabupaten bogor, dengan gencarnya program KPK membrangus kandidat kandidat kepala daerah. Tidak menutup kemungkinan akan merembet ke wilayah kabupaten bogor dan Kota Bogor,”

Kendati demikian, untuk peluang diyakininya calon dari jalur perorangan berpeluang besar.
“Saya meyakini juga bahwa pemenang pilkada di Kabupaten Bogor atau pun di Kota Bogor tidak menutup kemungkinan peluang dari independen lebih besar,”

Keyakinan itu bukan tanpa sebab, karena menurut dia, melalui sajian informasi dari media yang menyajikan berita adanya kepala daerah mau pun calon incumben yang di dukung parpol menjaei tersangka. Tentunga berdampak pada  kepercayaan publik.