PEMUDA merupakan agen of change yang harus memiliki komitmen guna
menjunjung tinggi keadilan bagi masyarakat.
Banyak sekali polemik
permasalahan rakyat. Untuk mengimplementasikan keidealisan, sejatinya
pemuda masuk kedalam sistem.
Salah satunya ialah masuk dalam parlemen.
Karena itu merupakan cara efektif untuk membuat kebijakan yang pro
rakyat kecil.
Peran pemuda dalam mengembalikan citra parlemen di mata masyarakat
sangatlah dibutuhkan, sebab pada kenyataannya kinerja
parlemen/legislatif tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
Kasus-kasus korupsi yang melibatkan anggota parlemen dan banyaknya
oknum-oknum parlemen yang tidak memahami dengan betul cara kerja dan
proses di parlemen yakni fungsi legislasi, fungsi pengawasan, dan
fungsi anggaran.
Padahal semua itu bertujuan untuk kepentingan rakyat
dan bukan kepentingan golongan.
mengutip kata-kata penulis indonesia yakni Pramoedya Ananta Toer ”
Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan
ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri ” makna dari kata-kata
tersebut jelas adalah sebuah motivasi bagi kaum muda untuk berani
menegakan keadilan, berani untuk merubah keadaan termasuk untuk berani
masuk kedalam sistem dan merubahnya.
Tahun 2019 adalah momentum kebangkitan para pemuda yang haus akan
perubahan. Menempatkan diri di parlemen untuk memperjuangkan
kesejahteraan rakyat dan melawan para oknum politikus busuk yang sudah
menggadaikan idealisme demi kepentingan perut dan bawah perut yang
mengorbankan nasib rakyat.
Perjuangan tersebut mungkin akan sulit dilakukan mengingat masih
banyaknya kaum kapitalis yang mungkin akan melakukan perlawanan agar
kepentingan golongan mereka tetap terjamin. Ingat, kondisi ini sebuah
tantangan besar bagi kaum pemuda. mati melawan atau diam tertindas.